Ternate,- Di tengah jejak sejarah rempah yang mendunia, Penyuluh Agama Kristen, Ceane Bilote melaksanakan pendampingan wisata budaya bagi wisatawan mancanegara di Museum Kadaton Kesultanan Ternate, Selasa (12/05/2026). Sebanyak 12 turis asal Belanda tampak antusias mengikuti rangkaian kunjungan yang sarat nilai sejarah, budaya, dan moderasi beragama tersebut.
Kegiatan ini bukan sekadar perjalanan wisata biasa, melainkan bagian dari upaya memperkenalkan kemegahan sejarah Kesultanan Ternate yang telah dikenal dunia internasional sejak era perdagangan rempah-rempah. Dalam kesempatan tersebut, para wisatawan diajak menelusuri kembali rekam jejak hubungan panjang antara Ternate dan bangsa-bangsa Eropa yang telah terjalin selama berabad-abad melalui jalur perdagangan rempah.
Melalui pendampingan wisata budaya ini, Ceane Bilote turut memberikan edukasi mengenai sejarah, tradisi, serta nilai-nilai kehidupan masyarakat Ternate yang masih terjaga hingga kini. Salah satu nilai budaya yang diperkenalkan adalah falsafah “Adat se Atorang” yang menjadi landasan kehidupan sosial masyarakat Ternate dalam menciptakan keadilan, menjaga harmoni, serta memperkuat kehidupan masyarakat di tengah tantangan zaman.
Selain itu, wisatawan juga diperkenalkan dengan semangat persatuan masyarakat Ternate yang tercermin dalam semboyan “Mari Moi Ngone Futuru”, sebagai perekat kebersamaan masyarakat majemuk di Moloku Kie Raha. Nilai-nilai tersebut dinilai selaras dengan penguatan moderasi beragama yang terus dibangun di tengah kehidupan masyarakat Maluku Utara yang harmonis dan toleran.
Ceane mengungkapkan bahwa kunjungan wisata budaya tersebut memberikan kesan mendalam baginya, terutama melihat antusiasme wisatawan asal Belanda dalam mempelajari sejarah dan tradisi Ternate.
“Kunjungan ini sangat berkesan karena saya melihat betapa tingginya rasa ingin tahu mereka terhadap detail-detail kecil sejarah dan tradisi kita, terlebih beberapa di antaranya juga memiliki garis keturunan Maluku Utara. Ketelitian mereka dalam bertanya membuat saya kembali menghargai kekayaan budaya yang kita miliki sendiri,” ungkap Ceane.
Ia menilai wisata budaya menjadi salah satu media efektif untuk memperkenalkan identitas daerah sekaligus mempererat hubungan antarbangsa melalui pendekatan sejarah dan budaya. Menurutnya, Ternate bukan hanya kaya akan sejarah kejayaan rempah, tetapi juga memiliki warisan nilai budaya dan moderasi yang patut dikenal dunia internasional.
Ceane juga menyampaikan pesan penting terkait pelestarian budaya dan pengembangan wisata sejarah di Ternate.
“Kita harus tetap menjaga keramahan sebagai identitas bangsa. Jangan pernah ragu untuk menjelaskan nilai-nilai budaya dan tradisi kita sebagai kekayaan yang harus diwariskan kepada generasi penerus. Selain itu, untuk pengembangan wisata budaya, penting bagi kita menyediakan informasi yang akurat dan mudah dipahami. Pelestarian situs budaya juga harus terus dijaga dan dirawat dengan baik agar cerita serta nilai sejarah di baliknya tetap hidup secara turun-temurun,” tutupnya.

