Ternate,— Kantor Kementerian Agama Kota Ternate melalui Seksi Pendidikan Madrasah melaksanakan sosialisasi Petunjuk Teknis (Juknis) Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026, Kamis (27/8/2026), bertempat di Aula Nurhasanah Kantor Kementerian Agama Kota Ternate.
Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Ternate, Sahdi M. Laher, dan diikuti oleh seluruh Kepala Madrasah tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) se-Kota Ternate.
Sosialisasi dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas ditetapkannya Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6843 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia Tahun 2026. Juknis tersebut menjadi panduan bagi penyelenggara, guru, peserta, serta seluruh pemangku kepentingan dalam setiap tahapan pelaksanaan OMI, mulai dari perencanaan, pelaksanaan kompetisi, pembinaan talenta, penilaian hingga evaluasi.
Dalam Juknis OMI 2026, kompetisi terbagi dalam Bidang Sains dan Bidang Riset. Bidang Sains mencakup Matematika Terintegrasi serta sejumlah bidang keilmuan sesuai jenjang MI, MTs, dan MA. Sementara Bidang Riset diperuntukkan bagi jenjang MTs dan MA dengan ruang lingkup Ekoteologi: Integrasi Keislaman dan Keilmuan, Sustainable Development Goals (SDGs), serta Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional.
OMI Tahun 2026 mengusung tema “Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju.” Melalui OMI, madrasah didorong untuk tidak hanya meningkatkan prestasi akademik peserta didik, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, inovasi, serta budaya riset.
Dalam arahannya, Sahdi M. Laher berharap seluruh kepala madrasah dapat menindaklanjuti Juknis tersebut dengan mempersiapkan peserta didik terbaik di masing-masing madrasah. Menurutnya, OMI bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi momentum untuk menemukan dan mengembangkan potensi serta talenta siswa madrasah.
“Kami berharap pada pelaksanaan OMI tahun ini ada juara yang lahir dari Maluku Utara. Seperti pada pelaksanaan OMI tahun sebelumnya yang diselenggarakan di Banten, kita berharap tahun ini juga ada anak-anak madrasah dari Maluku Utara yang mampu meraih prestasi dan mengharumkan nama daerah,” ujar Sahdi.
Ia juga mengajak para kepala madrasah untuk memberikan perhatian serius terhadap proses seleksi dan pembinaan peserta, sehingga siswa yang diikutsertakan benar-benar memiliki kemampuan dan kesiapan untuk berkompetisi pada setiap tahapan.
Berdasarkan Juknis OMI 2026, seleksi Bidang Sains dilaksanakan secara bertahap mulai dari tingkat satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi hingga nasional. Pada tingkat satuan pendidikan, masing-masing madrasah memilih tiga siswa terbaik untuk setiap bidang studi yang selanjutnya mengikuti seleksi tingkat kabupaten/kota.
Sementara itu, untuk Bidang Riset, peserta dapat mengikuti salah satu dari tiga ruang lingkup penelitian yang telah ditentukan. Peserta dapat mengirimkan proposal secara perorangan maupun kelompok dengan maksimal tiga siswa dalam satu kelompok dan didampingi pembimbing dari madrasah.
Adapun tahapan OMI Bidang Sains tingkat Kabupaten/Kota meliputi pendaftaran pada 27 Agustus–2 September 2026, uji coba pada 4–5 September 2026, pelaksanaan pada 7–8 September 2026, dan pengumuman pada 12 September 2026. Selanjutnya, tahapan tingkat Provinsi dijadwalkan pada Oktober dan tingkat Nasional pada November 2026.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, Kementerian Agama Kota Ternate berharap seluruh madrasah dapat memahami ketentuan OMI 2026 secara menyeluruh dan mempersiapkan peserta secara optimal. Kolaborasi antara kepala madrasah, guru pembimbing, dan peserta didik menjadi bagian penting dalam menciptakan generasi madrasah yang unggul dalam sains, riset, inovasi, serta tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Dengan persiapan yang matang dan pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan madrasah di Kota Ternate mampu melahirkan talenta-talenta terbaik yang tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga mampu membawa nama Maluku Utara hingga ke tingkat nasional dalam ajang OMI Tahun 2026.

