Ternate — Bertempat di Aula Nurhasanah Kantor Kementerian Agama Kota Ternate, Kamis (27/01/2022) Kepala Kankemenag Kota Ternate melantik dan mengambil sumpah Penyelenggara Kristen.
Acara pelantikan dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor: B-12/Kw. 27.1/Kp.07.6/01/2022 dan dilanjutkan dengan pengambilan sumpah yang dipimpin oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ternate Amir Tomagola dan di hadapan para saksi, yakni Kepala Seksi Bimas Islam, H. Maskur Sapsuha dan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Hj. Nailah Baksir serta didampingi rohaniawan Pdt. Yakobus Tjanu.
Dalam sambutannya, Kakankemenag menyampaikan bahwa promosi jabatan dan rotasi adalah hal biasa, sebagai ASN cepat atau lambat, siap atau tidak, kita tetap akan bertemu dengan rotasi dan promosi jabatan karena ini adalah untuk kepentingan tugas dan organisasi serta dalam rangka penyegaran dan peningkatan kualitas kinerja.
“Hari ini, Penyelenggara Kristen telah berganti dari pejabat lama, Christine Dewi. Saya selaku Pimpinan beserta seluruh jajajaran menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas loyalitas dan dedikasi selama ini kepada Institusi Kemenag Kota Ternate dan hanya Tuhan yang dapat membalas pengabdian Ibu Dewi”, ucap Kakankemenag.
Lebih lanjut, Amir Tomagola mengucapkan selamat kepada Pejabat Penyelenggara Kristen yang baru, Abson Pippa “Selamat bergabung dengan tim, selamat bersosialisasi dan selamat bersilaturahim, semoga suasana kebersamaan, silaturahim dan suka cita ini menjadi simbol motivasi untuk pelaksanaan tugas ke depan yang lebih baik”.
Sementara itu, Kakankemenag juga menyampaikan terkait berita yang beredar di sosial media kemarin, menjadi eksalasi yang cukup tinggi bahwa persoalan yang terjadi di Ambon bukanlah persoalan agama dan suku namun persoalan sengketa tanah wilayah sehingga itu adalah persoalan dua desa yakni Desa Kariu dan Desa Ori Kec. Pulau Haruku Kab. Maluku Tengah, maka sebagai Aparatur Kementerian Agama memiliki tanggungjawab dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat.
“Kota ternate menjadi miliki kita semua dan Maluku Utara adalah rumah besar kita semua agar tetap tenang dan tidak terprovokasi, Aparatur Kemenag yang baik bukan menjadi profokator namun menjadi pendamai di tengah-tengah kehidupan masyarakat sehingga suasana kedamaian itu tetap terpelihara dan terjaga dengan baik”, Kata Amir.

