Ternate,- Selasa (23/09/2025) Bertempat di ruang kerjanya, Kepala Kantor Kemenag Kota Ternate, H. Salmin Abd Kadir didampingi Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Hj. Nailah Baksir bersama MGMP PAI Tingkat SMP dan KKG PAI Tingkat SD melakukan pertemuan terkait tindaklanjut program dan kebijakan Kepala kantor tentang program Tahfidz Juz 30 dan Surat Yasin.
Imran H. Said, perwakilan MGMP PAI sekaligus guru SMP Negeri 7 Ternate, menyampaikan beberapa masukan terkait ⁸implementasi program. “Mohon kiranya untuk kegiatan perdana, jumlah hafalan anak-anak jangan langsung Juz 30 secara keseluruhan ditambah Surat Yasin. Saat ini kalau bisa mulai dari An-Nas sampai Ad-Dhuha,” ujarnya.
Imran menjelaskan beberapa kendala yang dihadapi di lapangan, antara lain masih adanya siswa yang belum bisa mengaji. “Jangan hanya fokus mengaji, tetapi shalat dan thaharah juga harus diperhatikan,” tambahnya.
Guru yang berpengalaman ini juga meminta dukungan administratif dari Kemenag. “Kami mohon agar ada surat resmi yang disampaikan ke sekolah supaya kami dapat diberi waktu tambahan untuk menjalankan program ini, karena di sekolah kami ada kepala sekolah dan wakasek kurikulum,” jelasnya.
Berbeda dengan kondisi di SMP, Ibkar Abd Salam selaku Ketua KKG PAI Wilayah Selatan melaporkan bahwa program di tingkat SD sudah berjalan dengan cukup baik. “Di SD program itu sudah jalan karena setiap tahun ada wisuda Baca Tulis Quran dan tahfidz” paparnya.
Meski demikian, Ibkar mengakui bahwa pencapaian 100 persen belum bisa dijamin. “Saya mewakili teman-teman, insya Allah untuk progresnya kami tidak menjanjikan 100 persen, tetapi untuk prosesnya sudah jalan,” katanya.
Ibkar juga menekankan bahwa program ini tidak hanya tanggung jawab guru agama. “Ini melibatkan pihak-pihak lain, termasuk orang tua, karena kita hanya diberikan waktu yang sedikit,” jelasnya.
Meski menghadapi tantangan berupa kemampuan anak yang berbeda, daya dukung orang tua, dan keterbatasan waktu, Ibkar menegaskan komitmen untuk terus mendorong program mulia ini.
Menanggapi laporan dari para guru, H. Salmin Abd Kadir menyampaikan apresiasinya. “Kemajuan progres yang disampaikan tadi sudah di luar ekspektasi saya. Dari An-Nas sampai Ad-Dhuha itu sudah luar biasa,” ungkapnya.
Kepala Kantor Kemenag ini juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi pendidikan mengaji di Ternate. “Kekhawatiran saya sebagai kepala kantor, bahwa anak-anak di Ternate tidak bisa mengaji, karena kondisi saat ini ada lebih dari 200 TPQ di Kota Ternate yang sudah ditutup karena tidak berjalan,” jelasnya.
Terkait hal tersebut, H. Salmin menegaskan peran penting guru PAI. “Maka saya sampaikan kepada guru-guru PAI SD dan SMP untuk memacu anak-anak agar dapat mengaji,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen serius terhadap program ini, Kakankemenag berjanji akan terus melakukan pengawasan langsung. “Saya akan tetap turun untuk monitoring dan evaluasi,” pungkasnya.
Program tahfidz yang dicanangkan Kemenag Kota Ternate ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kemampuan baca Quran siswa sekaligus mengatasi problematika TPQ yang banyak tutup di Kota Ternate.


