Kemenag Kota Ternate Dukung Guru PAK Kembangkan Pembelajaran Inovatif Berbasis Deep Learning

TERPOPULER

BACA JUGA

Ternate,- Rabu (1/10/2025) Kantor Kementerian Agama Kota Ternate melalui Penyelenggara Kristen menyelenggarakan Kelompok Kerja Guru dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen (KKG-MGMP PAK) Kota Ternate dengan mengusung tema “Menjadi Guru PAK yang Inspiratif, Inovatif, dan Berintegritas melalui Implementasi Kurikulum Merdeka dan Pendekatan Pembelajaran Deep Learning”. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu–Kamis, 1–2 Oktober 2025, bertempat di Aula Nurhasanah, Kantor Kementerian Agama Kota Ternate.

Sebanyak 20 guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang berasal dari Kota Ternate dan Pulau Batang Dua terlihat bersemangat mengikuti kegiatan yang dijadwalkan mulai pada pukul 08.00 WIT hingga 16.00 WIT tersebut. Hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ternate, Kasubbag TU dan para Kepala Seksi, sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan yang diinisiasi oleh Penyelenggara Kristen.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ternate, H. Salmin Abd. Kadir, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis dalam mendesain dan membentuk generasi yang berkarakter, dan kegiatan seperti KKG-MGMP ini menjadi ruang penting untuk memperkaya wawasan serta meningkatkan kualitas pembelajaran. “Guru PAK diharapkan tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga teladan bagi peserta didik, dengan menghadirkan pembelajaran yang inspiratif, inovatif, dan berintegritas sesuai semangat Kurikulum Merdeka,” ujarnya.

Setelah itu, sambutan juga disampaikan oleh Kepala Bidang Bimas Kristen Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, Hans Luther Tongotongo, dalam arahannya, beliau menekankan bahwa guru mempunyai tanggung jawab yang besar dalam menyampaikan ilmu dan pesan-pesan Alkitabiah. “Sebagai guru-guru kita punya kewajiban untuk menyampaikan kebijakan-kebijakan pemerintah juga menyampaikan pengetahuan-pengetahuan Alkitabiah. Karena itu, guru PAK dituntut untuk terus mengasah kompetensi agar mampu menghadirkan kelas yang hidup dan membentuk karakter Kristiani pada diri peserta didik,” jelasnya.

Pada sesi materi, Sabaria Umahuk, Kepala Sekolah SMAN 10 Ternate, membawakan materi inti mengenai penerapan Deep Learning dalam pembelajaran. Beliau menjelaskan bahwa pendekatan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) bukan sekadar menghafal materi, tetapi mengajak peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, dan mampu menghubungkan konsep pembelajaran dengan kehidupan nyata. “Guru perlu membangun suasana kelas yang menantang, namun tetap menyenangkan, sehingga siswa tidak hanya memahami pengetahuan secara kognitif, tetapi juga mampu menerapkannya dalam sikap, keterampilan, dan pengambilan keputusan sehari-hari,” paparnya.

Di akhir sesi materi, Sabaria meminta para peserta untuk aktif dan membentuk kelompok yang terdiri dari 3-4 orang kemudian membuat kerangka kerja pembelajaran mendalam untuk dipresentasikan dan hasilnya akan diterapkan di sekolah para guru masing-masing.

Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama, sebagai simbol komitmen seluruh peserta untuk terus berkolaborasi dalam mewujudkan guru PAK yang profesional dan berintegritas.

ARTIKEL TERKAIT

INFOGRAFIS

Kemenag Kota Ternate Dukung Guru PAK Kembangkan Pembelajaran Inovatif Berbasis Deep Learning

Ternate,- Rabu (1/10/2025) Kantor Kementerian Agama Kota Ternate melalui Penyelenggara Kristen menyelenggarakan Kelompok Kerja Guru dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen (KKG-MGMP PAK) Kota Ternate dengan mengusung tema “Menjadi Guru PAK yang Inspiratif, Inovatif, dan Berintegritas melalui Implementasi Kurikulum Merdeka dan Pendekatan Pembelajaran Deep Learning”. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu–Kamis, 1–2 Oktober 2025, bertempat di Aula Nurhasanah, Kantor Kementerian Agama Kota Ternate.

Sebanyak 20 guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang berasal dari Kota Ternate dan Pulau Batang Dua terlihat bersemangat mengikuti kegiatan yang dijadwalkan mulai pada pukul 08.00 WIT hingga 16.00 WIT tersebut. Hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ternate, Kasubbag TU dan para Kepala Seksi, sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan yang diinisiasi oleh Penyelenggara Kristen.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ternate, H. Salmin Abd. Kadir, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis dalam mendesain dan membentuk generasi yang berkarakter, dan kegiatan seperti KKG-MGMP ini menjadi ruang penting untuk memperkaya wawasan serta meningkatkan kualitas pembelajaran. “Guru PAK diharapkan tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga teladan bagi peserta didik, dengan menghadirkan pembelajaran yang inspiratif, inovatif, dan berintegritas sesuai semangat Kurikulum Merdeka,” ujarnya.

Setelah itu, sambutan juga disampaikan oleh Kepala Bidang Bimas Kristen Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, Hans Luther Tongotongo, dalam arahannya, beliau menekankan bahwa guru mempunyai tanggung jawab yang besar dalam menyampaikan ilmu dan pesan-pesan Alkitabiah. “Sebagai guru-guru kita punya kewajiban untuk menyampaikan kebijakan-kebijakan pemerintah juga menyampaikan pengetahuan-pengetahuan Alkitabiah. Karena itu, guru PAK dituntut untuk terus mengasah kompetensi agar mampu menghadirkan kelas yang hidup dan membentuk karakter Kristiani pada diri peserta didik,” jelasnya.

Pada sesi materi, Sabaria Umahuk, Kepala Sekolah SMAN 10 Ternate, membawakan materi inti mengenai penerapan Deep Learning dalam pembelajaran. Beliau menjelaskan bahwa pendekatan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) bukan sekadar menghafal materi, tetapi mengajak peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, dan mampu menghubungkan konsep pembelajaran dengan kehidupan nyata. “Guru perlu membangun suasana kelas yang menantang, namun tetap menyenangkan, sehingga siswa tidak hanya memahami pengetahuan secara kognitif, tetapi juga mampu menerapkannya dalam sikap, keterampilan, dan pengambilan keputusan sehari-hari,” paparnya.

Di akhir sesi materi, Sabaria meminta para peserta untuk aktif dan membentuk kelompok yang terdiri dari 3-4 orang kemudian membuat kerangka kerja pembelajaran mendalam untuk dipresentasikan dan hasilnya akan diterapkan di sekolah para guru masing-masing.

Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama, sebagai simbol komitmen seluruh peserta untuk terus berkolaborasi dalam mewujudkan guru PAK yang profesional dan berintegritas.

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkait

Baca Juga