Ternate,- Senin (12/01/2026) Upaya memperkuat pendidikan karakter di lingkungan madrasah terus dilakukan melalui kegiatan pembinaan guru, kepala madrasah, dan pengawas madrasah se-Kota Ternate. Kegiatan ini mengusung tema “Petualangan Pancacinta; Fondasi Utama Membangun Ekosistem di Madrasah” dan diikuti oleh sekitar 65 peserta yang merupakan para pendidik serta tenaga kependidikan madrasah dengan penuh antusias.
Kegiatan pembinaan ini dilaksanakan di Aula MtsN 1 Ternate dan dibuka secara resmi oleh Ketua Pokjawas Madrasah Provinsi Maluku Utara, Ridwan Husain, S.Ag., M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai cinta dalam pengelolaan dan pelaksanaan pendidikan madrasah agar tercipta ekosistem belajar yang humanis, inklusif, dan berkarakter.
Materi utama disampaikan langsung oleh Drs. Zurni, S.Pd., M.Pd, selaku Ketua Pokjawas Madrasah Nasional. Dalam paparannya, Zurni mengangkat konsep Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai fondasi utama dalam membangun karakter peserta didik madrasah secara utuh dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah harus ditopang oleh ekosistem yang kuat, meliputi kepemimpinan yang welas asih, budaya madrasah yang inklusif, pembelajaran yang mendalam, manajemen kelas yang humanis, lingkungan madrasah yang kondusif, serta peran aktif orang tua dan masyarakat yang kolaboratif.
Selain itu, Zurni juga memaparkan lima pilar utama Kurikulum Cinta, yakni sumber cinta yang berlandaskan Allah dan Rasul, cinta terhadap ilmu pengetahuan, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama manusia, serta cinta tanah air sebagai wujud penguatan karakter kebangsaan.
“Madrasah tidak hanya bertugas mencerdaskan, tetapi juga menumbuhkan cinta. Ketika cinta kepada Allah, ilmu, sesama, lingkungan, dan tanah air menjadi ruh kurikulum, maka madrasah akan melahirkan generasi yang cerdas sekaligus berakhlak mulia,” tegas Drs. Zurni dalam penyampaian materinya.
Melalui kegiatan pembinaan ini, diharapkan seluruh unsur madrasah di Kota Ternate mampu mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara konsisten, sehingga madrasah benar-benar menjadi ruang tumbuh yang aman, nyaman, dan penuh nilai kemanusiaan bagi peserta didik.

___________
Pewarta: Indryanti Nurulsuci

