Kemenag Ternate Raih Penghargaan Pendukung Gerakan ZIS di Peringatan Isra Mi’raj dan Milad BAZNAS

TERPOPULER

BACA JUGA

Ternate,- Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ternate, Salmin Abd Kadir, menghadiri acara peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus Milad BAZNAS Kota Ternate ke-9 Tahun 2026. Acara yang berlangsung di Aula Kantor Walikota Ternate pada Selasa (20/01/2026) ini dihadiri Walikota Ternate Tauhid Soleman, jajaran Forkopimda Kota Ternate, Ketua PHBI, Ketua MUI, Ketua dan Komisioner BAZNAS Kota Ternate, para tokoh agama, serta undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kakankemenag menerima piagam penghargaan untuk Kantor Kemenag Kota Ternate sebagai Pendukung Gerakan Zakat, Infaq dan Sedekah Tahun 2025. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Walikota Ternate Tauhid Soleman.

Dalam sambutannya, Salmin Abd Kadir menjelaskan dua hal substantif dari peristiwa Isra Mi’raj yang perlu dipahami umat Islam. “Pertama, Isra merupakan perjalanan Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang bersifat horizontal. Hal ini bermakna bahwa Allah ingin memperkenalkan dan mengajarkan kepada Rasulullah dan umatnya untuk mengamati dan memahami kehidupan dari aspek sosial terlebih dahulu,” jelasnya.

Kakankemenag menekankan pentingnya membangun keharmonisan dalam kehidupan sosial, baik antarsesama manusia maupun manusia dengan alam, dalam posisi dan kondisi apapun.

“Kedua, Mi’raj merupakan perjalanan Rasulullah secara vertikal dari Masjidil Aqsha menuju Sidratul Muntaha. Ini bermakna bahwa kita jangan dilenakan oleh hubungan sosial saja, tetapi kita juga harus melakukan mi’raj, yakni membangun hubungan spiritual dengan Allah Sang Maha Pencipta alam semesta,” tambahnya.

Dengan demikian, lanjut Salmin, umat Islam dapat mengaktualisasikan konsep hablum minallah (hubungan dengan Allah) dan hablum minannas (hubungan dengan sesama manusia).

Kakankemenag juga menyampaikan program hewan kurban sapi yang akan diberikan kepada masyarakat tidak mampu atau yang berhak menerima. “Sapi tersebut dapat dipelihara hingga beranak, dan nantinya sapi induk tersebut akan dikurbankan,” ungkap Salmin.

Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, tidak hanya dari sisi spiritual tetapi juga ekonomi melalui peternakan produktif sebelum hewan tersebut dikurbankan.

ARTIKEL TERKAIT

INFOGRAFIS

Kemenag Ternate Raih Penghargaan Pendukung Gerakan ZIS di Peringatan Isra Mi’raj dan Milad BAZNAS

Ternate,- Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ternate, Salmin Abd Kadir, menghadiri acara peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus Milad BAZNAS Kota Ternate ke-9 Tahun 2026. Acara yang berlangsung di Aula Kantor Walikota Ternate pada Selasa (20/01/2026) ini dihadiri Walikota Ternate Tauhid Soleman, jajaran Forkopimda Kota Ternate, Ketua PHBI, Ketua MUI, Ketua dan Komisioner BAZNAS Kota Ternate, para tokoh agama, serta undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kakankemenag menerima piagam penghargaan untuk Kantor Kemenag Kota Ternate sebagai Pendukung Gerakan Zakat, Infaq dan Sedekah Tahun 2025. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Walikota Ternate Tauhid Soleman.

Dalam sambutannya, Salmin Abd Kadir menjelaskan dua hal substantif dari peristiwa Isra Mi’raj yang perlu dipahami umat Islam. “Pertama, Isra merupakan perjalanan Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang bersifat horizontal. Hal ini bermakna bahwa Allah ingin memperkenalkan dan mengajarkan kepada Rasulullah dan umatnya untuk mengamati dan memahami kehidupan dari aspek sosial terlebih dahulu,” jelasnya.

Kakankemenag menekankan pentingnya membangun keharmonisan dalam kehidupan sosial, baik antarsesama manusia maupun manusia dengan alam, dalam posisi dan kondisi apapun.

“Kedua, Mi’raj merupakan perjalanan Rasulullah secara vertikal dari Masjidil Aqsha menuju Sidratul Muntaha. Ini bermakna bahwa kita jangan dilenakan oleh hubungan sosial saja, tetapi kita juga harus melakukan mi’raj, yakni membangun hubungan spiritual dengan Allah Sang Maha Pencipta alam semesta,” tambahnya.

Dengan demikian, lanjut Salmin, umat Islam dapat mengaktualisasikan konsep hablum minallah (hubungan dengan Allah) dan hablum minannas (hubungan dengan sesama manusia).

Kakankemenag juga menyampaikan program hewan kurban sapi yang akan diberikan kepada masyarakat tidak mampu atau yang berhak menerima. “Sapi tersebut dapat dipelihara hingga beranak, dan nantinya sapi induk tersebut akan dikurbankan,” ungkap Salmin.

Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, tidak hanya dari sisi spiritual tetapi juga ekonomi melalui peternakan produktif sebelum hewan tersebut dikurbankan.

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkait

Baca Juga