Ternate,- Kantor Kementerian Agama Kota Ternate melalui Penyuluh Agama Kristen dan Penyuluh Agama Katolik melaksanakan kegiatan pembinaan rohani di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Jambula, Kamis (05/02/2026). Kegiatan ini mengangkat tema Kesehatan Mental, dan diikuti oleh 11 warga binaan yang hadir untuk menerima materi pembinaan.
Pembinaan tersebut menghadirkan narasumber Ceane Bilote, M.Th.PAK, yang menyampaikan materi tentang pentingnya menjaga kesehatan mental dalam perspektif Alkitab sebagai bagian dari penguatan iman dan kepribadian warga binaan.
Dalam pemaparannya, Ceane menegaskan bahwa kesehatan mental memiliki peran penting dalam menopang kehidupan manusia, terutama dalam menghadapi tekanan hidup dan proses pembinaan di dalam rutan.
“Kesehatan mental menekankan bahwa batin yang sehat adalah dasar bagi kekuatan fisik dan rohani. Ketika batin kita sehat, maka kita akan memiliki daya tahan untuk menjalani setiap proses kehidupan,” ujarnya.
Materi pembinaan didasarkan pada firman Tuhan dalam Mazmur 23 dan Amsal 17:22, yang mengajarkan bahwa Tuhan adalah gembala yang memulihkan jiwa serta hati yang gembira adalah obat yang manjur. Narasumber juga menguraikan beberapa langkah membangun kesehatan mental dalam perspektif Alkitab, antara lain menjadikan Tuhan sebagai sumber kekuatan, menjadikan firman Tuhan sebagai dasar kesehatan batin, serta senantiasa melibatkan Roh Kudus dalam setiap persoalan hidup sebagaimana tertulis dalam Yohanes 14:26.
Selain itu, warga binaan diajak untuk tetap membangun relasi yang sehat dengan sesama dan berada dalam komunitas yang saling mendukung.
Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sendirian. Ia hadir melalui firman-Nya, Roh Kudus sebagai penolong, dan komunitas yang saling menguatkan,” tambah Ceane.
Melalui kegiatan pembinaan ini, Kementerian Agama Kota Ternate berharap para warga binaan dapat memperoleh penguatan mental dan rohani, sehingga mampu menjalani masa pembinaan dengan lebih positif, penuh harapan, dan berlandaskan nilai-nilai keimanan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Kemenag dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang inklusif, humanis, serta sejalan dengan layanan keagamaan berdampak.

