Ternate,- Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin, meresmikan Gedung Ruang Kelas Baru (RKB) Madrasah sekaligus memberikan pembinaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag Maluku Utara di Aula Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Ternate. Minggu (15/02/2026)
Kegiatan yang berlangsung dengan antusias ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama RI Muhammad Adib Abdushomad, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Maluku Utara Amar Manaf, para Pejabat Eselon III Kanwil Kemenag Maluku Utara, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota, Ketua Tim Kanwil Kemenag Malut, Kepala KUA, Kepala Madrasah (MI, MTs, dan MA) lingkup Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan, serta seluruh ASN Kanwil Kemenag Maluku Utara, Kemenag Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ternate, Salmin Abd Kadir beserta jajarannya turut hadir dalam kegiatan tersebut. Meskipun cuaca hujan deras mengguyur lokasi acara, semangat para ASN untuk mengikuti kegiatan ini tidak surut.
Peresmian RKB Madrasah yang bersumber dari dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun 2025 ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Sekjen Kemenag RI. Empat madrasah yang diresmikan gedung barunya adalah MIN 1 Morotai, MIN 2 Morotai, MTsN 2 Morotai, dan MAN 1 Sula.

Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Maluku Utara memaparkan bahwa wilayah Maluku Utara melayani umat beragama lebih dari 1.300.000 jiwa dengan komposisi 80% Muslim, 12% Kristen, 5% Katolik, dan sisanya Hindu, Buddha, dan Konghucu.
Jumlah ASN di lingkup Kemenag Maluku Utara mencapai 2.543 orang, 1.753 PNS, 63 CPNS, 1.689 guru, 372 penyuluh, dan 130 penghulu. Terdapat pula 2 orang yang dipindahkan ke BPJPH dan 91 orang ke Kementerian Haji.

Kemenag Maluku Utara membawahi 480 lembaga pendidikan termasuk 30 lembaga pendidikan Kristen, serta 103 KUA dengan 59 KUA yang belum mendapatkan bantuan SBSN.
Dalam sambutan dan pembinaan ASN, Sekjen Kamaruddin Amin menegaskan bahwa tugas dan fungsi Kemenag ada dua hal yang sangat fundamental, yaitu pendidikan dan keagamaan.
“Dua tugas ini sangat penting dan fundamental dalam berbangsa dan bernegara. Mari kita terus berikhtiar, bekerja keras meningkatkan komitmen untuk berkhidmah, mengabdi, dan menjalankan amanah yang ada di pundak kita karena tugas kita bukan hanya penting tetapi juga mulia,” ujar Sekjen.

Sekjen menekankan peran strategis guru sebagai entitas yang sangat penting dalam sistem pendidikan. “Guru adalah ekosistem terpenting dalam mata rantai pendidikan kita. Kualitas pendidikan suatu negara sangat bergantung pada kualitas gurunya. Guru adalah penentu paling kuat bukan hanya pendidikan tetapi juga membangun karakter bangsa,” jelasnya.
Mengambil contoh dari sistem pendidikan moral di Jepang, Sekjen menjelaskan tiga pilar penting yang harus diajarkan:
1. Mencintai Diri Sendiri
Memiliki harga diri (dignity), nilai hidup, berprestasi, disiplin, tidak mengingkari janji, dan memiliki gaya hidup sehat.
2. Mencintai Orang Lain
Tidak mengambil hak orang lain atau merugikan orang lain, serta harus membantu orang lain secara tulus dan ikhlas.
3. Mencintai Lingkungan
Sejak kecil diajarkan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Di sinilah keberhasilan guru, karena sejak kecil sudah diajarkan. Untuk merubah perilaku dan karakter tidak hanya dengan pendidikan dan pengetahuan, harus juga dengan pendekatan hati,” tambahnya.
Sekjen mengajak seluruh guru untuk percaya diri bahwa mereka adalah orang-orang terhormat. “Hormati diri Anda dan hargai diri Anda. Bekerja dan berikan yang terbaik, mendidik secara maksimal, cintailah murid Anda, bentuk karakter mereka yang kuat,” serunya.
Ia juga menekankan pentingnya merenungkan dan mengamalkan perilaku beragama agar semakin baik, berdampak, dan mendatangkan kemaslahatan.
“Kualitas hidup kita sangat ditentukan oleh seberapa banyak kualitas pengabdian kita, seberapa banyak orang yang mendapat kemaslahatan dari kita, seberapa banyak orang yang tersenyum karena pelayanan kita. Kita harus terus mengabdi memberikan yang terbaik, merubah nasib orang menjadi lebih baik,” pungkas Sekjen mengakhiri arahannya.



