Ternate,- Kantor Kementerian Agama Kota Ternate menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana gempa bumi di Pulau Batang Dua, Kota Ternate pada Senin,(20/04/2026). Bantuan berupa 100 karung beras ukuran 5 kilogram tersebut disalurkan sebagai bentuk kepedulian dan respons Kemenag terhadap masyarakat terdampak bencana.
Diketahui, gempa tektonik berkekuatan 7,6 Skala Richter mengguncang wilayah Pantai Barat Daya Pulau Batang Dua pada Kamis, 2 April 2026 pukul 07.48 WIT. Peristiwa tersebut mengakibatkan sekitar 11 rumah ibadah mengalami kerusakan mulai dari ringan hingga parah, serta berdampak pada kurang lebih 400 Kepala Keluarga (KK).
Dalam proses penyaluran, bantuan beras tersebut diterima oleh Pendeta Kaleb Ewi, S.Th yang mewakili delapan pimpinan denominasi gereja yang ada di wilayah Mayau, Batang Dua. Selain itu, sebanyak 50 karung beras juga disalurkan oleh Bimas Kristen Se-Provinsi Maluku Utara ke wilayah Tifure dan diterima langsung oleh lurah Alther. Selanjutnya, bantuan tersebut akan disalurkan secara merata kepada umat dari gereja-gereja yang terdampak, sehingga dapat tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat.
Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung ke lokasi terdampak oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Ternate, H. Salmin Abd Kadir didampingi Penyelenggara Kristen Kantor Kemenag Kota Ternate, Abson Pippa, bersama tim turun langsung mengantarkan bantuan dengan menggunakan KM Sabuk Nusantara 105 guna memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Bantuan diterima langsung oleh Alther selaku Lurah Kelurahan Tifure yang menerima sebanyak 50 karung beras.
Kakankemenag H. Salmin menegaskan bahwa kehadiran Kemenag di lokasi bencana merupakan bentuk tanggung jawab moral dan institusional dalam melayani masyarakat tanpa memandang latar belakang agama.
“Bencana ini adalah ujian yang kita hadapi bersama. Kementerian Agama hadir bukan hanya dalam urusan keagamaan, tetapi juga dalam merespons kebutuhan kemanusiaan masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di Batang Dua, dan kami akan terus berkoordinasi untuk memastikan pemulihan berjalan, termasuk rehabilitasi rumah ibadah yang rusak,” ujar Salmin.
Hal senada juga disampaikan Abson Pippa bahwa bantuan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran Kementerian Agama di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah.
“Kami hadir untuk berbagi dan memastikan saudara-saudara kita di Batang Dua tidak merasa sendiri dalam menghadapi cobaan ini. Bantuan ini mungkin tidak besar, namun kami berharap dapat meringankan beban kebutuhan pokok masyarakat terdampak gempa,” ujar Abson.
Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta menjadi wujud solidaritas dan kepedulian antar sesama di tengah situasi bencana.




