Ternate,— Kantor Kementerian Agama Kota Ternate menerima kunjungan kerja Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri, Rabu (16/9/2026). Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Kemenag Kota Ternate, Mewati, di ruang kerjanya.
Tim Densus 88 Anti Teror yang dipimpin Ipda Adhy Rahmansyah Mukti, S.H., M.H., dalam pertemuan tersebut menyampaikan sejumlah hal terkait upaya mitigasi dan pencegahan paparan paham radikalisme dan terorisme di kalangan anak usia sekolah.
Ipda Adhy menyampaikan adanya temuan dari Tim Densus 88 pusat terkait dua orang siswa madrasah asal Maluku Utara yang terindikasi memiliki keterkaitan dengan jaringan terorisme. Salah seorang siswa berasal dari Kota Ternate, sementara satu lainnya berasal dari Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).
Menindaklanjuti hal tersebut, Densus 88 berharap adanya kerja sama dengan Kementerian Agama, khususnya dalam langkah-langkah mitigasi di lingkungan madrasah. Salah satu upaya yang diharapkan dapat dilakukan adalah penyampaian surat edaran kepada madrasah-madrasah di bawah naungan Kementerian Agama mengenai pengawasan dan pembatasan penggunaan telepon genggam bagi anak-anak usia sekolah.
Langkah tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya pencegahan terhadap berbagai potensi pengaruh negatif yang dapat diakses anak melalui penggunaan teknologi dan media digital.

Menanggapi hal tersebut, Kasubbag TU Kemenag Kota Ternate, Mewati, menyatakan kesiapan pihaknya untuk bekerja sama dengan Densus 88 dalam mendukung upaya mitigasi dan pencegahan di lingkungan madrasah.
“Kami siap bekerja sama dengan Tim Densus 88 dalam upaya mitigasi dan pencegahan di lingkungan madrasah. Kami akan menyiapkan data atau daftar madrasah yang ada di wilayah Kota Ternate sebagai bahan bagi Tim Densus 88 untuk melakukan kunjungan kerja maupun silaturahmi ke madrasah-madrasah di kemudian hari,” ujar Mewati.
Mewati menambahkan, upaya pencegahan perlu dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk madrasah, orang tua, dan lingkungan sekitar, sehingga anak-anak mendapatkan pendampingan yang baik dalam menggunakan teknologi dan berinteraksi di ruang digital.
Kunjungan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat koordinasi antara Kemenag Kota Ternate dan Densus 88 Anti Teror dalam membangun lingkungan pendidikan madrasah yang aman, edukatif, serta mampu memberikan perlindungan dan pendampingan kepada peserta didik dari berbagai potensi paparan paham ekstrem.

