200 TPQ Tutup, Kakankemenag Minta Kinerja Guru PAI SD dan SMP Ditingkatkan

TERPOPULER

BACA JUGA

Ternate,- Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ternate, H. Salmin Abd Kadir, kembali menyoroti kondisi memprihatinkan dunia pendidikan keagamaan yang dikelola masyarakat Kota Ternate (TPQ). Dalam momen Prosesi Yudisium dan Pengukuhan Alumni Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan (Daljab) Guru PAI Batch 3 Tahun 2025, Rabu (11/02/2026) Salmin menyampaikan keprihatinannya atas laporan sekitar 200 lebih Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Kota Ternate yang telah tutup.

Bertempat di Aula Nurhasanah Kantor Kementerian Agama Kota Ternate, di hadapan para alumni PPG, Salmin menegaskan bahwa kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama, khususnya bagi Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) yang memiliki peran strategis dalam membina generasi muda.

“Saya merasa sangat prihatin dengan laporan bahwa lebih dari 200 TPQ di Kota Ternate sudah tidak aktif. Ini bukan angka yang kecil. Ini menjadi alarm bagi kita semua, terutama para guru agama, untuk kembali memperkuat pembinaan keagamaan anak-anak kita,” tegas Salmin.

Menurutnya, keberadaan TPQ selama ini menjadi salah satu pilar penting dalam membentuk karakter dan kemampuan dasar membaca Al-Qur’an bagi anak-anak. Ketika banyak TPQ tidak lagi berjalan, maka sekolah melalui peran GPAI harus mampu mengambil bagian lebih besar dalam memastikan pendidikan agama tetap optimal.

Pada kesempatan tersebut, Salmin meminta para GPAI yang baru saja dikukuhkan agar tidak hanya berbangga atas capaian profesionalnya, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata dalam membina peserta didik di satuan pendidikan masing-masing, baik di tingkat SD, SMP, SMA, SMK, maupun SLB.

“Momentum pengukuhan ini bukan sekadar seremoni. Saya berharap para GPAI semakin fokus membina siswa-siswi kita, membentuk akhlak, karakter, serta kemampuan dasar keagamaan mereka. Jangan sampai ada anak-anak kita yang belum bisa membaca Al-Qur’an. ,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam menghidupkan kembali semangat pendidikan Al-Qur’an di lingkungan masing-masing.

Mengakhiri arahannya, Salmin mengajak seluruh GPAI untuk menjadikan profesi guru sebagai ladang pengabdian dan perjuangan dalam membangun generasi yang religius, berakhlak, dan berdaya saing, sekaligus menjawab tantangan menurunnya eksistensi TPQ di Kota Ternate.

ARTIKEL TERKAIT

INFOGRAFIS

200 TPQ Tutup, Kakankemenag Minta Kinerja Guru PAI SD dan SMP Ditingkatkan

Ternate,- Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ternate, H. Salmin Abd Kadir, kembali menyoroti kondisi memprihatinkan dunia pendidikan keagamaan yang dikelola masyarakat Kota Ternate (TPQ). Dalam momen Prosesi Yudisium dan Pengukuhan Alumni Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan (Daljab) Guru PAI Batch 3 Tahun 2025, Rabu (11/02/2026) Salmin menyampaikan keprihatinannya atas laporan sekitar 200 lebih Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Kota Ternate yang telah tutup.

Bertempat di Aula Nurhasanah Kantor Kementerian Agama Kota Ternate, di hadapan para alumni PPG, Salmin menegaskan bahwa kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama, khususnya bagi Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) yang memiliki peran strategis dalam membina generasi muda.

“Saya merasa sangat prihatin dengan laporan bahwa lebih dari 200 TPQ di Kota Ternate sudah tidak aktif. Ini bukan angka yang kecil. Ini menjadi alarm bagi kita semua, terutama para guru agama, untuk kembali memperkuat pembinaan keagamaan anak-anak kita,” tegas Salmin.

Menurutnya, keberadaan TPQ selama ini menjadi salah satu pilar penting dalam membentuk karakter dan kemampuan dasar membaca Al-Qur’an bagi anak-anak. Ketika banyak TPQ tidak lagi berjalan, maka sekolah melalui peran GPAI harus mampu mengambil bagian lebih besar dalam memastikan pendidikan agama tetap optimal.

Pada kesempatan tersebut, Salmin meminta para GPAI yang baru saja dikukuhkan agar tidak hanya berbangga atas capaian profesionalnya, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata dalam membina peserta didik di satuan pendidikan masing-masing, baik di tingkat SD, SMP, SMA, SMK, maupun SLB.

“Momentum pengukuhan ini bukan sekadar seremoni. Saya berharap para GPAI semakin fokus membina siswa-siswi kita, membentuk akhlak, karakter, serta kemampuan dasar keagamaan mereka. Jangan sampai ada anak-anak kita yang belum bisa membaca Al-Qur’an. ,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam menghidupkan kembali semangat pendidikan Al-Qur’an di lingkungan masing-masing.

Mengakhiri arahannya, Salmin mengajak seluruh GPAI untuk menjadikan profesi guru sebagai ladang pengabdian dan perjuangan dalam membangun generasi yang religius, berakhlak, dan berdaya saing, sekaligus menjawab tantangan menurunnya eksistensi TPQ di Kota Ternate.

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkait

Baca Juga