Layani Umat dengan Tekun, Sidang ke-36 GPM Imanuel Ternate Resmi Dibuka

TERPOPULER

BACA JUGA

Ternate,- Hujan yang turun perlahan sejak dini hari menghadirkan nuansa teduh dan reflektif dalam Pembukaan Persidangan ke-36 Jemaat GPM Imanuel Ternate di Kota Ternate. Minggu (15/02/2026). Di tengah cuaca yang basah dan sejuk, jemaat berkumpul dengan hati yang tenang, memasuki agenda gerejawi tahunan yang menjadi forum tertinggi pengambilan keputusan di tingkat jemaat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Mus Baikole selaku perwakilan Seksi Bimas Kristen Kemenag Kota Ternate, Ketua Klasis GPM, Asisten III Setda Kota Ternate mewakili Walikota Ternate, anggota DPRD, perwakilan dari Kapolres Ternate, sejumlah pimpinan perbankan, serta Lurah Kelurahan Stadion. Kehadiran unsur pemerintah dan mitra strategis ini menjadi simbol sinergi antara gereja dan pemangku kepentingan dalam mendukung pelayanan yang berdampak bagi masyarakat.

Sidang Jemaat merupakan agenda tahunan yang strategis untuk menyusun serta menetapkan berbagai program pelayanan gereja. Melalui forum ini, dilakukan evaluasi menyeluruh sekaligus perumusan langkah-langkah pelayanan agar semakin tertata dan menjawab kebutuhan umat secara nyata.

Mengusung Tema “Anugerah Allah melengkapi dan meneguhkan gereja menuju satu ahad GPM” (1 Petrus 5:10) dengan Sub Tema “Layani Umat dengan tekun sesuai kasih Allah”, persidangan ke-36 ini diharapkan menjadi momentum penguatan komitmen dan peneguhan panggilan pelayanan gereja.

Pendeta Yonas Leleury, S.Th dalam sambutannya menegaskan bahwa sidang jemaat bukan sekadar agenda rutin, tetapi wadah penting untuk menentukan arah pelayanan yang lebih baik ke depan.

“Dalam pembukaan sidang ini, kami berharap jemaat mampu mengangkat program-program penting yang benar-benar membantu dalam penataan pelayanan. Tahun ini harus menjadi momentum pelayanan yang jauh lebih baik, lebih tertib, dan semakin berdampak,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa persidangan sebagai lembaga tertinggi jemaat memiliki mandat penting dalam menetapkan kebijakan serta menjalankan pokok-pokok tugas gereja secara bertanggung jawab.

“Sidang jemaat adalah ruang pengambilan keputusan yang strategis dan sakral. Di sinilah kita memastikan bahwa setiap amanat pelayanan dilaksanakan dengan kesungguhan hati dan sesuai kasih Allah,” tegasnya.

Melalui persidangan ini, Jemaat GPM Imanuel Ternate diharapkan semakin diteguhkan dalam iman, diperlengkapi dalam pelayanan, serta terus menghadirkan gereja yang melayani umat dengan tekun sesuai kasih Allah.

ARTIKEL TERKAIT

INFOGRAFIS

Layani Umat dengan Tekun, Sidang ke-36 GPM Imanuel Ternate Resmi Dibuka

Ternate,- Hujan yang turun perlahan sejak dini hari menghadirkan nuansa teduh dan reflektif dalam Pembukaan Persidangan ke-36 Jemaat GPM Imanuel Ternate di Kota Ternate. Minggu (15/02/2026). Di tengah cuaca yang basah dan sejuk, jemaat berkumpul dengan hati yang tenang, memasuki agenda gerejawi tahunan yang menjadi forum tertinggi pengambilan keputusan di tingkat jemaat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Mus Baikole selaku perwakilan Seksi Bimas Kristen Kemenag Kota Ternate, Ketua Klasis GPM, Asisten III Setda Kota Ternate mewakili Walikota Ternate, anggota DPRD, perwakilan dari Kapolres Ternate, sejumlah pimpinan perbankan, serta Lurah Kelurahan Stadion. Kehadiran unsur pemerintah dan mitra strategis ini menjadi simbol sinergi antara gereja dan pemangku kepentingan dalam mendukung pelayanan yang berdampak bagi masyarakat.

Sidang Jemaat merupakan agenda tahunan yang strategis untuk menyusun serta menetapkan berbagai program pelayanan gereja. Melalui forum ini, dilakukan evaluasi menyeluruh sekaligus perumusan langkah-langkah pelayanan agar semakin tertata dan menjawab kebutuhan umat secara nyata.

Mengusung Tema “Anugerah Allah melengkapi dan meneguhkan gereja menuju satu ahad GPM” (1 Petrus 5:10) dengan Sub Tema “Layani Umat dengan tekun sesuai kasih Allah”, persidangan ke-36 ini diharapkan menjadi momentum penguatan komitmen dan peneguhan panggilan pelayanan gereja.

Pendeta Yonas Leleury, S.Th dalam sambutannya menegaskan bahwa sidang jemaat bukan sekadar agenda rutin, tetapi wadah penting untuk menentukan arah pelayanan yang lebih baik ke depan.

“Dalam pembukaan sidang ini, kami berharap jemaat mampu mengangkat program-program penting yang benar-benar membantu dalam penataan pelayanan. Tahun ini harus menjadi momentum pelayanan yang jauh lebih baik, lebih tertib, dan semakin berdampak,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa persidangan sebagai lembaga tertinggi jemaat memiliki mandat penting dalam menetapkan kebijakan serta menjalankan pokok-pokok tugas gereja secara bertanggung jawab.

“Sidang jemaat adalah ruang pengambilan keputusan yang strategis dan sakral. Di sinilah kita memastikan bahwa setiap amanat pelayanan dilaksanakan dengan kesungguhan hati dan sesuai kasih Allah,” tegasnya.

Melalui persidangan ini, Jemaat GPM Imanuel Ternate diharapkan semakin diteguhkan dalam iman, diperlengkapi dalam pelayanan, serta terus menghadirkan gereja yang melayani umat dengan tekun sesuai kasih Allah.

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkait

Baca Juga