Ternate,- Minggu (15/02/2026) Kementerian Agama mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara, sehingga dalam fungsi-fungsi yang dimiliki Kementerian Agama perlu melakukan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Kementerian Agama, serta pelaksanaan dukungan substantif kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Kementerian Agama. Tidak terkecuali pembinaan kepada ASN yang berada di Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan yang berada di Provinsi Maluku Utara.
Bertempat di Aula MTS Negeri 1 Kota Ternate di bilangan Kota Ternate Utara, berlangsung kegiatan pembinaan ASN yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara. Pembinaan ASN dihadiri oleh ASN Kementerian Agama dari Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin, dalam pembinaannya menyampaikan bahwa membantu orang lain adalah karakter yang ditanamkan sejak kecil oleh orang Jepang, sehingga seseorang dapat melayani dengan hati dan melayani dengan cinta.
“Saya menyaksikan dan mengalami secara langsung ketika saya berada di Jepang, ketika saya dibantu oleh orang Jepang mereka sangat berterima kasih. Mendapat kesempatan membantu orang lain bagi orang Jepang adalah sebuah kehormatan karena orang yang dibantu tersebut telah memberikan kesempatan kepada orang lain untuk berbuat baik kepada sesama. Sehingga membentuk karakter tidak cukup hanya dengan pendekatan kognitif saja, tapi ia harus dilakukan dengan hati,” ujarnya.
Ia menambahkan ada tiga hal yang sangat berperan dalam membentuk karakter seseorang. Pertama mencintai diri sendiri, kedua mencintai orang lain dan ketiga mencintai lingkungan
People adalah faktor yang paling penting, dan guru memiliki peran fundamental. Kemudian dimana letak kelemahan dan kesalahan kita selama ini dalam proses membentuk karakter di sekolah? Jawabannya adalah fokus pada tugas fungsi kita, dan teruslah perbaiki diri untuk meningkatkan kualitas kita dalam menjalankan tugas dan fungsi kita di manapun kita bekerja,” tegasnya.
Kamaruddin juga secara tegas menyampaikan tiga hal penting dalam pendidikan di Jepang, yaitu guru, keluarga, dan lingkungan.
“Kita harus percaya diri, bahwa kita adalah orang terhormat, jaga harga diri kita, marwah kita, yang caranya dengan bekerja dengan baik. Jangan pernah berhenti belajar, tingkatkan kapasitas, ilmu dan nilai, sehingga kita menjadi karakter yang baik dan berdampak bagi banyak orang,” paparnya.
Ia juga mengingatkan, tugas kita adalah menjaga dan merawat keberagamaan, dan bagaimana kualitas keberagamaan di Indonesia semakin baik semakin berdampak bagi orang lain.
“Tujuan hidup itu harus berkualitas. Dan kualitas sangat ditentukan dari seberapa banyak pengabdian kita, seberapa banyak orang yang menjadi lebih baik karena kita. Itulah tugas dan pengabdian kita di Kementerian Agama. Dan itulah tujuan akhir dalam beragama,” katanya.
Diketahui Kementerian Agama memiliki acuan kerja yang telah disusun dalam (ASTAPROTAS) Astacita Prioritas, yaitu pertama Meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan yang meliputi penguatan moderasi beragama dan kualitas toleransi antarumat. Kedua, Penguatan Ekoteologi yang meliputi melibatkan perspektif agama dalam mengatasi isu global seperti krisis iklim (misalnya melalui gerakan menanam pohon). Ketiga, Layanan Keagamaan Berdampak yang meliputi memastikan kehadiran negara melalui layanan keagamaan yang inklusif dan solutif bagi masyarakat. Keempat, Mewujudkan Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi yang meliputi peningkatan kualitas pendidikan di bawah naungan Kemenag agar lebih kompetitif dan berkarakter. Kelima, Pemberdayaan Pesantren yang meliputi memperkuat peran strategis pesantren sebagai pusat pendidikan dan pemberdayaan umat. Keenam, Pemberdayaan Ekonomi Umat yang meliputi mengoptimalkan potensi ekonomi berbasis keagamaan untuk kesejahteraan masyarakat. Ketujuh, Pemberdayaan Rumah Ibadah. Pada awal 2026, poin ketujuh yang sebelumnya berfokus pada “Sukses Haji” mengalami pembaruan menjadi fokus pada pemberdayaan rumah ibadah. Dan kedelapan, Digitalisasi Tata Kelola yang menyasar transformasi digital untuk menciptakan birokrasi yang murah, mudah, efisien, dan transparan. Kedelapan poin ini merupakan prioritas Kementerian Agama dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.
Salmin Abd Kadir, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ternate yang ditemui di sela-sela berlangsungnya kegiatan menyampaikan bahwa “kegiatan seperti ini merupakan kesempatan berharga bagi ASN Kemenag yang berada di daerah, karena berkesempatan mendapatkan pembinaan secara langsung oleh Sekjen Kemenag RI, banyak informasi yang up to date dan motivasi bagi ASN untuk upskilling dalam meningkatkan kemampuan dalam pelaksanaan tugas dan amanah di daerah”, tutup Salmin tersenyum.


