Suara Iman untuk Lingkungan: Bimas Kristen Kemenag Ternate Kampanyekan Keutuhan Ciptaan

TERPOPULER

BACA JUGA

Ternate,- Seksi Bimas Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Ternate melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan bertema Keutuhan Ciptaan melalui siaran langsung di RRI Pro 1 Ternate, Minggu (15/02/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya edukasi publik dalam membangun kesadaran iman akan pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai wujud tanggung jawab kepada Tuhan.

Hadir sebagai narasumber, Ceane Bilote, M.Th.PAK., yang menguraikan bahwa Alkitab dengan tegas menyatakan Allah sebagai Pencipta langit dan bumi. Mengacu pada Kolose 1:16, ia menegaskan bahwa segala sesuatu diciptakan oleh dan melalui Yesus Kristus. Dengan demikian, alam semesta merupakan milik Tuhan yang dipercayakan kepada manusia untuk dipelihara.

“Keutuhan ciptaan berarti menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Kita bukan pemilik bumi ini, melainkan pengelola yang diberi mandat untuk merawatnya,” ujar Ceane dalam siaran tersebut.

Ia juga mengutip Amsal 3:19–22 yang menegaskan bahwa Tuhan meletakkan dasar bumi dengan hikmat dan pengertian. Menurutnya, ayat ini mengingatkan umat agar hidup dengan kebijaksanaan, tidak merusak atau mengeksploitasi alam demi kepentingan sesaat.

Sejalan dengan hal tersebut, program bimbingan ini juga mendukung penguatan ekoteologi sebagai salah satu program prioritas Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam membangun kesadaran umat beragama untuk peduli terhadap kelestarian lingkungan. Melalui pendekatan teologis, umat diajak memahami bahwa merawat alam bukan hanya tanggung jawab sosial, tetapi juga panggilan iman.

Dalam pemaparannya, Ceane menjelaskan bahwa manusia sebagai citra Allah memiliki tanggung jawab moral dan sosial terhadap lingkungan. Alam semesta beserta segala isinya adalah milik Tuhan (Mazmur 24:1). Karena itu, setiap bentuk kerusakan lingkungan pada akhirnya akan berdampak kembali kepada manusia sendiri.

Ia menyinggung berbagai krisis lingkungan yang terjadi akibat ulah manusia, seperti pencemaran sungai, penumpukan sampah, hingga polusi udara. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa banyak orang telah melupakan makna penciptaan dan mandat untuk menjaga bumi.

“Ketika kita merusak lingkungan, sesungguhnya kita sedang merusak rumah kita sendiri. Tuhan menciptakan segala sesuatu dengan baik dan indah. Tugas kita adalah memastikan keindahan itu tetap terjaga bagi generasi mendatang,” tegasnya.

Melalui tema Keutuhan Ciptaan, Seksi Bimas Kristen Kemenag Kota Ternate mengajak masyarakat untuk memulai dari langkah sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik, serta terlibat dalam gerakan pelestarian lingkungan.

Program siaran ini diharapkan mampu membangun kesadaran para pendengar bahwa iman tidak hanya diwujudkan dalam ibadah, tetapi juga dalam kepedulian nyata terhadap kelestarian alam sebagai bentuk syukur atas anugerah Tuhan.

ARTIKEL TERKAIT

INFOGRAFIS

Suara Iman untuk Lingkungan: Bimas Kristen Kemenag Ternate Kampanyekan Keutuhan Ciptaan

Ternate,- Seksi Bimas Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Ternate melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan bertema Keutuhan Ciptaan melalui siaran langsung di RRI Pro 1 Ternate, Minggu (15/02/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya edukasi publik dalam membangun kesadaran iman akan pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai wujud tanggung jawab kepada Tuhan.

Hadir sebagai narasumber, Ceane Bilote, M.Th.PAK., yang menguraikan bahwa Alkitab dengan tegas menyatakan Allah sebagai Pencipta langit dan bumi. Mengacu pada Kolose 1:16, ia menegaskan bahwa segala sesuatu diciptakan oleh dan melalui Yesus Kristus. Dengan demikian, alam semesta merupakan milik Tuhan yang dipercayakan kepada manusia untuk dipelihara.

“Keutuhan ciptaan berarti menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Kita bukan pemilik bumi ini, melainkan pengelola yang diberi mandat untuk merawatnya,” ujar Ceane dalam siaran tersebut.

Ia juga mengutip Amsal 3:19–22 yang menegaskan bahwa Tuhan meletakkan dasar bumi dengan hikmat dan pengertian. Menurutnya, ayat ini mengingatkan umat agar hidup dengan kebijaksanaan, tidak merusak atau mengeksploitasi alam demi kepentingan sesaat.

Sejalan dengan hal tersebut, program bimbingan ini juga mendukung penguatan ekoteologi sebagai salah satu program prioritas Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam membangun kesadaran umat beragama untuk peduli terhadap kelestarian lingkungan. Melalui pendekatan teologis, umat diajak memahami bahwa merawat alam bukan hanya tanggung jawab sosial, tetapi juga panggilan iman.

Dalam pemaparannya, Ceane menjelaskan bahwa manusia sebagai citra Allah memiliki tanggung jawab moral dan sosial terhadap lingkungan. Alam semesta beserta segala isinya adalah milik Tuhan (Mazmur 24:1). Karena itu, setiap bentuk kerusakan lingkungan pada akhirnya akan berdampak kembali kepada manusia sendiri.

Ia menyinggung berbagai krisis lingkungan yang terjadi akibat ulah manusia, seperti pencemaran sungai, penumpukan sampah, hingga polusi udara. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa banyak orang telah melupakan makna penciptaan dan mandat untuk menjaga bumi.

“Ketika kita merusak lingkungan, sesungguhnya kita sedang merusak rumah kita sendiri. Tuhan menciptakan segala sesuatu dengan baik dan indah. Tugas kita adalah memastikan keindahan itu tetap terjaga bagi generasi mendatang,” tegasnya.

Melalui tema Keutuhan Ciptaan, Seksi Bimas Kristen Kemenag Kota Ternate mengajak masyarakat untuk memulai dari langkah sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik, serta terlibat dalam gerakan pelestarian lingkungan.

Program siaran ini diharapkan mampu membangun kesadaran para pendengar bahwa iman tidak hanya diwujudkan dalam ibadah, tetapi juga dalam kepedulian nyata terhadap kelestarian alam sebagai bentuk syukur atas anugerah Tuhan.

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkait

Baca Juga