Perkuat Kapasitas Fasilitator BRUS, Kemenag Targetkan Pencegahan Pernikahan Dini Sejak Usia Sekolah

TERPOPULER

BACA JUGA

Jakarta,- Jumat (27/02/2026) Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Pulau Ternate Kemenag Kota Ternate, Nurul Zakiah, S.Ag., menjadi salah satu perwakilan Kota Ternate dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) Angkatan II tingkat nasional. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Subdit Bina Keluarga Sakinah, Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kementerian Agama Republik Indonesia ini berlangsung di Jakarta Pusat pada 24–27 Februari 2026.

Bimtek dibuka secara resmi oleh Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keluarga merupakan embrio peradaban bangsa, sehingga pembinaan terhadap generasi muda sejak dini menjadi hal yang sangat krusial. Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta dari kalangan Penghulu dan Penyuluh Agama Islam yang mewakili 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Selama empat hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan pembekalan dari para instruktur nasional berpengalaman, didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) serta tokoh nasional Alissa Wahid. Materi yang diberikan dirancang untuk memperkuat kapasitas peserta sebagai fasilitator yang mampu membimbing remaja secara edukatif dan preventif, khususnya dalam isu pencegahan pernikahan dini.

Kegiatan ditutup oleh Kepala Subdit Bina Keluarga Sakinah, Zudi Rahmanto, yang memberikan motivasi kepada seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa Penghulu dan Penyuluh Agama merupakan garda terdepan Kementerian Agama dalam menyukseskan program pencegahan pernikahan dini di Indonesia.

Nurul Zakiah, Penyuluh Agama Islam selaku perwakilan Kota Ternate menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan berharga tersebut. “Saya sangat bersyukur sebagai Penyuluh dapat mengikuti Bimtek BRUS ini, karena banyak sekali ilmu serta keterampilan sebagai fasilitator yang diajarkan kepada kami, sebagai bekal saya untuk membimbing remaja usia sekolah dalam upaya mencegah pernikahan dini di Kota Ternate,” tuturnya.

Keikutsertaan Nurul Zakiah dalam forum nasional ini diharapkan dapat membawa dampak nyata bagi pembinaan remaja di Kota Ternate. Dengan bekal ilmu dan keterampilan yang diperoleh, ia siap mengemban peran sebagai fasilitator BRUS dalam mendampingi generasi muda agar terhindar dari risiko pernikahan dini, demi terwujudnya keluarga sakinah dan generasi penerus bangsa yang berkualitas.

ARTIKEL TERKAIT

INFOGRAFIS

Perkuat Kapasitas Fasilitator BRUS, Kemenag Targetkan Pencegahan Pernikahan Dini Sejak Usia Sekolah

Jakarta,- Jumat (27/02/2026) Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Pulau Ternate Kemenag Kota Ternate, Nurul Zakiah, S.Ag., menjadi salah satu perwakilan Kota Ternate dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) Angkatan II tingkat nasional. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Subdit Bina Keluarga Sakinah, Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kementerian Agama Republik Indonesia ini berlangsung di Jakarta Pusat pada 24–27 Februari 2026.

Bimtek dibuka secara resmi oleh Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keluarga merupakan embrio peradaban bangsa, sehingga pembinaan terhadap generasi muda sejak dini menjadi hal yang sangat krusial. Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta dari kalangan Penghulu dan Penyuluh Agama Islam yang mewakili 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Selama empat hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan pembekalan dari para instruktur nasional berpengalaman, didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) serta tokoh nasional Alissa Wahid. Materi yang diberikan dirancang untuk memperkuat kapasitas peserta sebagai fasilitator yang mampu membimbing remaja secara edukatif dan preventif, khususnya dalam isu pencegahan pernikahan dini.

Kegiatan ditutup oleh Kepala Subdit Bina Keluarga Sakinah, Zudi Rahmanto, yang memberikan motivasi kepada seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa Penghulu dan Penyuluh Agama merupakan garda terdepan Kementerian Agama dalam menyukseskan program pencegahan pernikahan dini di Indonesia.

Nurul Zakiah, Penyuluh Agama Islam selaku perwakilan Kota Ternate menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan berharga tersebut. “Saya sangat bersyukur sebagai Penyuluh dapat mengikuti Bimtek BRUS ini, karena banyak sekali ilmu serta keterampilan sebagai fasilitator yang diajarkan kepada kami, sebagai bekal saya untuk membimbing remaja usia sekolah dalam upaya mencegah pernikahan dini di Kota Ternate,” tuturnya.

Keikutsertaan Nurul Zakiah dalam forum nasional ini diharapkan dapat membawa dampak nyata bagi pembinaan remaja di Kota Ternate. Dengan bekal ilmu dan keterampilan yang diperoleh, ia siap mengemban peran sebagai fasilitator BRUS dalam mendampingi generasi muda agar terhindar dari risiko pernikahan dini, demi terwujudnya keluarga sakinah dan generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkait

Baca Juga