H. Lukman Hatari: Jangan Jadi Orang yang Merugi di Bulan Ramadhan

TERPOPULER

BACA JUGA

Ternate,- Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kota Ternate menggelar kegiatan Safari Subuh Ramadhan di Masjid Al-Hidayah, Kelurahan Santiong, Kecamatan Ternate Tengah, Senin (2/03/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan keagamaan yang rutin dilaksanakan selama bulan suci Ramadhan.

Kepala Seksi Bimas Islam, H. Lukman Hatari, menyampaikan kultum subuh dengan tema “Orang-Orang yang Merugi di Bulan Suci Ramadhan”. Dalam tausiyahnya, H. Lukman menguraikan lima golongan yang merugi di bulan Ramadhan sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah SAW.

Golongan pertama adalah orang yang menganggap biasa bulan Ramadhan, tidak ada yang berbeda seperti bulan-bulan lainnya, hingga Ramadhan berlalu begitu saja. Ia tidak menganggap istimewa ibadah puasa dan tidak merasakan manfaat bulan suci ini. H. Lukman mengibaratkan orang seperti ini seperti seseorang yang melewatkan ghanimah (harta rampasan) yang tidak ternilai harganya.

Golongan kedua adalah orang yang tiba-tiba menjadi alim hanya pada bulan Ramadhan. Dalam hal ini, Imam Ahmad rahimahullah pernah mengatakan, “Seburuk-buruk kaum adalah mereka yang hanya mengenal Allah di bulan Ramadhan saja”.

Golongan ketiga adalah orang yang berpuasa hanya sebatas menahan lapar dan dahaga, tanpa mengisi Ramadhan dengan ibadah dan amalan yang bermakna, sehingga tidak mendapatkan apa-apa selain rasa lapar dan haus semata.

Golongan keempat adalah orang yang tidak memanfaatkan waktu di bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Padahal setiap menit di bulan penuh keberkahan ini sangat berharga untuk diisi dengan ibadah, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan amal kebaikan lainnya.

Golongan kelima adalah orang yang masih tetap melakukan maksiat di bulan Ramadhan, padahal di bulan suci ini pintu-pintu surga dibuka lebar, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.

Di penghujung tausiyahnya, H. Lukman Hatari mengajak seluruh jamaah untuk memanfaatkan sisa hari-hari Ramadhan dengan sebaik mungkin. “Kita masih memiliki kesempatan beberapa hari lagi untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, meminta ampun kepada-Nya agar dosa-dosa kita diampuni dan taubat kita diterima, sehingga kita tidak termasuk golongan orang yang celaka dan merugi,” pesan H. Lukman.

Kegiatan Safari Subuh Ramadhan ini disambut antusias oleh jamaah Masjid Al-Hidayah dan diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat Kota Ternate dalam menyempurnakan ibadah Ramadhan tahun ini.

ARTIKEL TERKAIT

INFOGRAFIS

H. Lukman Hatari: Jangan Jadi Orang yang Merugi di Bulan Ramadhan

Ternate,- Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kota Ternate menggelar kegiatan Safari Subuh Ramadhan di Masjid Al-Hidayah, Kelurahan Santiong, Kecamatan Ternate Tengah, Senin (2/03/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan keagamaan yang rutin dilaksanakan selama bulan suci Ramadhan.

Kepala Seksi Bimas Islam, H. Lukman Hatari, menyampaikan kultum subuh dengan tema “Orang-Orang yang Merugi di Bulan Suci Ramadhan”. Dalam tausiyahnya, H. Lukman menguraikan lima golongan yang merugi di bulan Ramadhan sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah SAW.

Golongan pertama adalah orang yang menganggap biasa bulan Ramadhan, tidak ada yang berbeda seperti bulan-bulan lainnya, hingga Ramadhan berlalu begitu saja. Ia tidak menganggap istimewa ibadah puasa dan tidak merasakan manfaat bulan suci ini. H. Lukman mengibaratkan orang seperti ini seperti seseorang yang melewatkan ghanimah (harta rampasan) yang tidak ternilai harganya.

Golongan kedua adalah orang yang tiba-tiba menjadi alim hanya pada bulan Ramadhan. Dalam hal ini, Imam Ahmad rahimahullah pernah mengatakan, “Seburuk-buruk kaum adalah mereka yang hanya mengenal Allah di bulan Ramadhan saja”.

Golongan ketiga adalah orang yang berpuasa hanya sebatas menahan lapar dan dahaga, tanpa mengisi Ramadhan dengan ibadah dan amalan yang bermakna, sehingga tidak mendapatkan apa-apa selain rasa lapar dan haus semata.

Golongan keempat adalah orang yang tidak memanfaatkan waktu di bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Padahal setiap menit di bulan penuh keberkahan ini sangat berharga untuk diisi dengan ibadah, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan amal kebaikan lainnya.

Golongan kelima adalah orang yang masih tetap melakukan maksiat di bulan Ramadhan, padahal di bulan suci ini pintu-pintu surga dibuka lebar, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.

Di penghujung tausiyahnya, H. Lukman Hatari mengajak seluruh jamaah untuk memanfaatkan sisa hari-hari Ramadhan dengan sebaik mungkin. “Kita masih memiliki kesempatan beberapa hari lagi untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, meminta ampun kepada-Nya agar dosa-dosa kita diampuni dan taubat kita diterima, sehingga kita tidak termasuk golongan orang yang celaka dan merugi,” pesan H. Lukman.

Kegiatan Safari Subuh Ramadhan ini disambut antusias oleh jamaah Masjid Al-Hidayah dan diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat Kota Ternate dalam menyempurnakan ibadah Ramadhan tahun ini.

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkait

Baca Juga