Kemenag Ternate Perkuat Ekoteologi: Merawat Bumi, Menjaga Iman

TERPOPULER

BACA JUGA

Ternate,- Kementerian Agama Kota Ternate menggelar kegiatan sosialisasi dan dialog penguatan ekoteologi, Rabu (29/04/2026), bertempat di Aula Nurhasanah Kantor Kementerian Agama Kota Ternate. Kegiatan ini dihadiri oleh para Kepala Seksi dan Penyelenggara, Kepala KUA Kecamatan Se-Kota Ternate, Kepala Madrasah se-Kota Ternate, Para Penyuluh Agama, serta seluruh ASN di lingkungan Kantor Kemenag Kota Ternate.

Program penguatan ekoteologi ini merupakan bagian dari implementasi Asta Protas Kementerian Agama, yang menegaskan komitmen institusi dalam menghadirkan praktik keagamaan yang responsif terhadap isu-isu lingkungan.

Kegiatan sosialisasi dan dialog ini menghadirkan Kasubbag TU Kemenag Kota Ternate, Mewati, sebagai narasumber. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan pentingnya membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari nilai keagamaan yang harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Penguatan ekoteologi ini bukan sekadar wacana, tetapi harus menjadi gerakan nyata di lingkungan kerja dan pendidikan kita. Melalui semangat Merawat Bumi, Menjaga Iman, kita ingin membangun kesadaran bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab keagamaan. Saya berharap seluruh ASN, kepala madrasah, hingga peserta didik dapat menjadi teladan, mulai dari hal sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik, memilah sampah, hingga menciptakan lingkungan yang bersih dan asri. Program ini harus dilaksanakan dan dipastikan terimplementasi dengan baik, sehingga saat monitoring dan evaluasi nanti, kita benar-benar melihat perubahan nyata,” ujar Kasubbag TU, Mewati.

Dalam dialog yang berlangsung, ditegaskan bahwa konsep hablumminallah, hablumminannas, dan hablumminal alam harus berjalan seimbang. Tidak hanya menjaga hubungan dengan Tuhan dan sesama manusia, tetapi juga dengan alam sebagai bagian dari tanggung jawab spiritual.

Para peserta diajak untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan, dimulai dari hal sederhana namun berdampak besar, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta menciptakan lingkungan kerja dan pendidikan yang bersih dan sehat.

Sebagai tindak lanjut, akan dilaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) untuk memastikan implementasi program berjalan optimal. Beberapa langkah konkret yang akan dikampanyekan antara lain penggunaan tumbler sebagai pengganti botol plastik, pemilahan sampah, serta pelaksanaan kerja bakti rutin setiap minggu. Diharapkan, pada saat monev berlangsung, tidak lagi ditemukan penggunaan botol minum plastik di lingkungan madrasah maupun kantor.

Dalam kesempatan tersebut, juga disampaikan bahwa program ini bukan sekadar wacana, tetapi harus benar-benar dilaksanakan dan terimplementasi secara nyata. Salah satu saran yang mengemuka adalah dari Sutisna Abdullatief, selaku Kepala MIS Fathul Munir yang mendorong adanya kegiatan karya tulis bagi siswa madrasah dengan tema ekoteologi, sebagai bentuk edukasi sekaligus penguatan literasi lingkungan berbasis nilai keagamaan.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kota Ternate juga mencanangkan gerakan lingkungan pendidikan bersih dan asri di seluruh madrasah se-Kota Ternate. Gerakan ini diharapkan mampu menciptakan budaya sadar lingkungan yang berkelanjutan, serta membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian alam.

Dengan semangat “Merawat Bumi, Menjaga Iman”, Kemenag Kota Ternate berkomitmen untuk terus mengintegrasikan nilai-nilai ekoteologi dalam setiap aspek kehidupan beragama dan pendidikan.

ARTIKEL TERKAIT

INFOGRAFIS

Kemenag Ternate Perkuat Ekoteologi: Merawat Bumi, Menjaga Iman

Ternate,- Kementerian Agama Kota Ternate menggelar kegiatan sosialisasi dan dialog penguatan ekoteologi, Rabu (29/04/2026), bertempat di Aula Nurhasanah Kantor Kementerian Agama Kota Ternate. Kegiatan ini dihadiri oleh para Kepala Seksi dan Penyelenggara, Kepala KUA Kecamatan Se-Kota Ternate, Kepala Madrasah se-Kota Ternate, Para Penyuluh Agama, serta seluruh ASN di lingkungan Kantor Kemenag Kota Ternate.

Program penguatan ekoteologi ini merupakan bagian dari implementasi Asta Protas Kementerian Agama, yang menegaskan komitmen institusi dalam menghadirkan praktik keagamaan yang responsif terhadap isu-isu lingkungan.

Kegiatan sosialisasi dan dialog ini menghadirkan Kasubbag TU Kemenag Kota Ternate, Mewati, sebagai narasumber. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan pentingnya membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari nilai keagamaan yang harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Penguatan ekoteologi ini bukan sekadar wacana, tetapi harus menjadi gerakan nyata di lingkungan kerja dan pendidikan kita. Melalui semangat Merawat Bumi, Menjaga Iman, kita ingin membangun kesadaran bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab keagamaan. Saya berharap seluruh ASN, kepala madrasah, hingga peserta didik dapat menjadi teladan, mulai dari hal sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik, memilah sampah, hingga menciptakan lingkungan yang bersih dan asri. Program ini harus dilaksanakan dan dipastikan terimplementasi dengan baik, sehingga saat monitoring dan evaluasi nanti, kita benar-benar melihat perubahan nyata,” ujar Kasubbag TU, Mewati.

Dalam dialog yang berlangsung, ditegaskan bahwa konsep hablumminallah, hablumminannas, dan hablumminal alam harus berjalan seimbang. Tidak hanya menjaga hubungan dengan Tuhan dan sesama manusia, tetapi juga dengan alam sebagai bagian dari tanggung jawab spiritual.

Para peserta diajak untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan, dimulai dari hal sederhana namun berdampak besar, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta menciptakan lingkungan kerja dan pendidikan yang bersih dan sehat.

Sebagai tindak lanjut, akan dilaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) untuk memastikan implementasi program berjalan optimal. Beberapa langkah konkret yang akan dikampanyekan antara lain penggunaan tumbler sebagai pengganti botol plastik, pemilahan sampah, serta pelaksanaan kerja bakti rutin setiap minggu. Diharapkan, pada saat monev berlangsung, tidak lagi ditemukan penggunaan botol minum plastik di lingkungan madrasah maupun kantor.

Dalam kesempatan tersebut, juga disampaikan bahwa program ini bukan sekadar wacana, tetapi harus benar-benar dilaksanakan dan terimplementasi secara nyata. Salah satu saran yang mengemuka adalah dari Sutisna Abdullatief, selaku Kepala MIS Fathul Munir yang mendorong adanya kegiatan karya tulis bagi siswa madrasah dengan tema ekoteologi, sebagai bentuk edukasi sekaligus penguatan literasi lingkungan berbasis nilai keagamaan.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kota Ternate juga mencanangkan gerakan lingkungan pendidikan bersih dan asri di seluruh madrasah se-Kota Ternate. Gerakan ini diharapkan mampu menciptakan budaya sadar lingkungan yang berkelanjutan, serta membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian alam.

Dengan semangat “Merawat Bumi, Menjaga Iman”, Kemenag Kota Ternate berkomitmen untuk terus mengintegrasikan nilai-nilai ekoteologi dalam setiap aspek kehidupan beragama dan pendidikan.

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkait

Baca Juga