Ternate, Selasa (4/8/2026) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ternate yang diwakili oleh Mewati, didampingi oleh Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kota Ternate, Muhammad Rizal Malawat, menghadiri Rapat Pencanangan Kota Wakaf yang difasilitasi oleh Bank Indonesia (BI).
Bertempat di Ruang Rapat BI lantai II, rapat Pencanangan Kota Wakaf tersebut dibuka oleh Muhammad Zein, perwakilan BI Bidang Ekonomi Syariah, dan Wahid, Konsultan Bidang Pengembangan. Rapat diikuti oleh berbagai lembaga pengelola ekonomi syariah, di antaranya Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Ternate dan BWI Provinsi Malut, perwakilan masjid, pondok pesantren, Kemenag Kota Ternate, Kanwil Kemenag Provinsi Malut, Pemerintah Kota Ternate, serta Baznas Kota Ternate.

Rizal Malawat membuka diskusi pencanangan Kota Ternate sebagai Kota Wakaf dengan memberikan penjelasan kepada peserta rapat mengenai persyaratan yang ditetapkan oleh Kementerian Agama RI, baik yang telah dicapai maupun yang belum tercapai. Teridentifikasi Program Wakaf Uang LKS PWU (BSI), Program Wakaf Uang Pemerintah, dan Toko Santri. Sementara itu, titik lokasi wakaf produktif meliputi Masjid Attaubah, wakaf bangunan pendidikan MTs Sabilul Jannah, Ponpes Darul Fallah, dan BMH Hidayatullah.
Diskusi berlangsung santai, diselingi berbagai saran dan usulan pengembangan program wakaf produktif dari masing-masing perwakilan. Rizal, sapaan akrab Sekretaris BWI Kota Ternate, mengapresiasi seluruh saran dan masukan dari peserta rapat pencanangan Kota Wakaf. Ia juga menghimbau agar Pemerintah Kota Ternate dapat secara aktif memberikan kontribusi dalam pencanangan Kota Ternate sebagai Kota Wakaf.
Dalam paparannya, Mewati mengatakan bahwa program wakaf uang di Kantor Kementerian Agama Kota Ternate telah berjalan selama satu tahun dan, insya Allah, akan terus dipertahankan guna mendukung implementasi program Kementerian Agama RI dari pusat hingga daerah. “Bila wakaf bisa kita berdayakan secara maksimal, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengentasan kemiskinan. Atau, paling tidak, bisa membantu lebih banyak orang yang membutuhkan,” tutup Mewati.

