Dari Masjid Al-Fatah Gamayou, Pesan Kejujuran untuk Kehidupan Sehari-hari

TERPOPULER

BACA JUGA

Ternate,- Tidak ada yang benar-benar tahu apakah seseorang sedang berpuasa atau tidak ketika ia sedang sendirian. Justru di titik itulah letak ujian kejujuran yang sesungguhnya.

Pesan itulah yang menjadi inti tausiyah dalam kegiatan Safari Subuh Kementerian Agama Kota Ternate, Kamis (26/02/2026), di Masjid Al-Fatah Gamayou, Kelurahan Makasar Barat.

Dalam kultumnya, Kepala Seksi Bimas Islam H. Lukman Hatari menyebut ibadah puasa sebagai sekolah kejujuran yang paling nyata bagi umat Muslim. Nilai kejujuran itu, menurutnya, tidak boleh berhenti di batas waktu berbuka, melainkan harus terus dibawa ke dalam dunia perkuliahan, lingkungan kerja, hingga interaksi sosial sehari-hari.

“Kejujuran adalah bentuk pengejawantahan iman dan takwa yang sesungguhnya,” ujarnya di hadapan jamaah.

H. Lukman juga mendorong jamaah untuk menerapkan prinsip ibda’ binafsika — memulai perubahan dari diri sendiri. Ia mengingatkan bahwa menunggu orang lain berubah terlebih dahulu hanyalah alasan untuk menunda kebaikan. Dua langkah praktis ia tawarkan: segera wujudkan niat baik tanpa tunda, dan jadikan Ramadhan tahun ini sebagai titik awal menjadi pribadi yang lebih jujur dan amanah.

“Mari kita jadikan kejujuran bukan sekadar slogan, melainkan gaya hidup yang melekat dalam identitas kita sebagai Muslim yang moderat dan berintegritas,” pungkasnya.

Kegiatan Safari Subuh ini merupakan program rutin Seksi Bimas Islam Kemenag Kota Ternate yang terus menyambangi masjid-masjid di setiap kelurahan selama bulan Ramadhan.

ARTIKEL TERKAIT

INFOGRAFIS

Dari Masjid Al-Fatah Gamayou, Pesan Kejujuran untuk Kehidupan Sehari-hari

Ternate,- Tidak ada yang benar-benar tahu apakah seseorang sedang berpuasa atau tidak ketika ia sedang sendirian. Justru di titik itulah letak ujian kejujuran yang sesungguhnya.

Pesan itulah yang menjadi inti tausiyah dalam kegiatan Safari Subuh Kementerian Agama Kota Ternate, Kamis (26/02/2026), di Masjid Al-Fatah Gamayou, Kelurahan Makasar Barat.

Dalam kultumnya, Kepala Seksi Bimas Islam H. Lukman Hatari menyebut ibadah puasa sebagai sekolah kejujuran yang paling nyata bagi umat Muslim. Nilai kejujuran itu, menurutnya, tidak boleh berhenti di batas waktu berbuka, melainkan harus terus dibawa ke dalam dunia perkuliahan, lingkungan kerja, hingga interaksi sosial sehari-hari.

“Kejujuran adalah bentuk pengejawantahan iman dan takwa yang sesungguhnya,” ujarnya di hadapan jamaah.

H. Lukman juga mendorong jamaah untuk menerapkan prinsip ibda’ binafsika — memulai perubahan dari diri sendiri. Ia mengingatkan bahwa menunggu orang lain berubah terlebih dahulu hanyalah alasan untuk menunda kebaikan. Dua langkah praktis ia tawarkan: segera wujudkan niat baik tanpa tunda, dan jadikan Ramadhan tahun ini sebagai titik awal menjadi pribadi yang lebih jujur dan amanah.

“Mari kita jadikan kejujuran bukan sekadar slogan, melainkan gaya hidup yang melekat dalam identitas kita sebagai Muslim yang moderat dan berintegritas,” pungkasnya.

Kegiatan Safari Subuh ini merupakan program rutin Seksi Bimas Islam Kemenag Kota Ternate yang terus menyambangi masjid-masjid di setiap kelurahan selama bulan Ramadhan.

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkait

Baca Juga